Kembanggula dirundung duka

Bak peribahasa “sudah jatuh, tertimpa kaca” he…. bosen dari SD tangga terus! Seakan musibah demi musibah datang silih berganti, bahkan rela hingga mengantri (sadis amat!), tapi sekali lagi inilah kehidupan, yang penuh dengan ujian dan cobaan (baca: masalah) yang tak ada habisnya hingga habisnya waktu kita di dunia.

 

Pada dasarnya setiap manusia memiliki ketakutan yang sama, yaitu ketakutan untuk menghadapi kesusahan. Oleh karena itu ia akan senantiasa berusaha sekuat tenaga  meghindar dari segala sesuatu yang akan membuatnya susah, ataupun jikalau sudah terlanjur mendapati kesusahan tersebut maka ia akan berusaha sekuat tenaga pula untuk secepatnya keluar dari kesusahan yang dihadapinya.

 

Itulah salah satu dari sekian banyak tabi’at manusia. Tetapi perlu kita sadari bahwa Alloh SWT tidak akan memberikan cobaan atau ujian kepada mahluk Nya secara berlebihan, melainkan sesuai kekuatan dan kadar keimanan masing-masing mahlukNya. Maka berbahagialah kita ketika mendapat ujian atau cobaan yang teramat berat (menurut kita), maka hal tersebut menandakan bahwa kita memang kuat dan mampu untuk menghadapinya. Maka jalani dan nikmati saja ujian yang sedang kita hadapi itu. Intinya nikmati prosesnya!

 

Hindari berkeluh-kesah

Semakin banyak kita mengeluh kepada orang lain akan ujian yang sedang kita hadapi, hal itu semakin menandakan betapa lemahnya kita. Kesana-kemari kita mengeluh seolah-olah di dunia ini hanya kita saja yang sedang menghadapi ujian, cobaan, masalah, atau apa saja lah namanya. Jangan lupa, setiap orang juga mempunyai masalah. Alih-alih cerita kesana kemari ingin mendapatkan solusi malah aib diri sendiri jadi menyebar ke segala penjuru gara-gara ember nya orang yang kita ajak bicara.

 

Terkadang kita lupa bahwa masalah itu ada karena memang ada yang menciptakan. Nah, yang menciptakan (memberikan) masalah  tidak lain adalah Alloh SWT sebagai bahan ujian bagi hambaNya. Oleh karena itu Alloh pasti menciptakan pula solusinya. Dari sinilah sudah seharusnya kita senantiasa meminta solusi kepada Yang Maha Memberi Solusi. Jangan terlarut dalam beratnya masalah dan kita melupakan Alloh SWT, seolah-olah kita lah yang akan menyelesaikan masalah itu sendiri.

 

Mintalah petunjuk pada Alloh SWT, dalam keheningan malam yang khusyuk puaskanlah untuk “curhat” kepada Dzat Yang Maha Mendengar, memintalah pada Dzat Yang Maha Memberi. Oleh karena itu sudah bukan jamannya lagi berkeluh kesah kepada dzat yang lemah. Lemah dalam memberi solusi, lemah dalam menjaga amanah, dan lemah dalam menangkap setiap apa yang kita maksudkan (mungkin karena bosan mendengar hal yang sama, membingungkan, dan senantiasa diulang-ulang setiap hari).

 

*sore hari yang sepi

1 Response so far »

  1. 1

    rijaluddien said,

    January 22, 2009 @ 8:39 am

    wah setelah berganti nama menjadi jengkulitan, pethakilan, sampai kaca aja kena imbasnya, kini sedang dikasih “hadiah” lagi…
    moga senantiasa sabar dan tabah menunggu hari itu (loh kok)
    hehehe

Comment RSS · TrackBack URI

Say your words