Muhrim apa mahram?!
Sering kita mendengar orang berkata “eits… jangan pegang-pegang!, bukan muhrim!!”, atau bahkan kita sendiri yang mengatakannya. Selidik punya selidik ternyata di dalam kalimat tersebut terdapat kata yang tidak tepat penggunaannya, yaitu kata muhrim. Kebanyakan orang sering menggunakan kata muhrim untuk menyebut lawan jenis yang haram untuk dinikahi. Sebagai informasi saja berikut ini letak kesalah-kaprahan kita dalam menggunakan kata tersebut:
Muhrim berasal dari kata “Muhrimun” = Orang yang ber-ihram dalam ibadah haji
Mahram berasal dari kata “Mahramun” = Orang (wanita) yang haram (dinikahi)
Nah,… sekarang kiranya kita canggung gak ya untuk menyebutnya dengan kata “mahram” ?
Semoga bermanfaat…
bang ibnu said,
January 20, 2009 @ 4:52 pm
satu lagi yang erat hubungannya dengan itu, yaitu…
“syubhat tentang batalnya wudlu lantaran menyentuh lawan jenis yang bukan muhrim (eh mahrom)”….hehe
sehingga banyak cah enom yang sukanya usil mengerjain lawan jenisnya (sekali lagi yang bukan mahrom) dengan menyentuh kulitnya agar kembali mengulangi wudlunya..
menyentuh lawan jenis (sekali lagi yang bukan mahrom) tidak membatalkan wudlu tetapi harom
iwan87 said,
January 21, 2009 @ 3:14 pm
ya emang bener…
dulu waktu SMA diriku juga sering “digangguin” gitu
(jd berpikir, apa karena diri ini ganteng ya?!!)he…
NARSIS MODE ON
afi said,
January 22, 2009 @ 10:30 am
permisi, mau numpang muntah2…
he3…
iwan87 said,
January 22, 2009 @ 5:33 pm
monggo mas afi, muntah sak klengere!!
he4….